O&P PRASARANA SDA

OPERASI DAN PEMELIHARAAN PRASARANA SUMBER DAYA AIR

Sesuai dengan Undang-undang No.7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air bahwa Operasi adalah kegiatan pengaturan, pengalokasian, serta penyediaan air dan sumber air dan sumber air untuk mengoptimalkan pemanfaatan, sedangkan Pempeliharaan adalah kegiatan untuk merawat sumber air dan prasarana sumber daya air yang ditujukan untuk menjamin kelestarian fungsi sumber air dan prasarana sumber daya air.

Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air terdiri atas pemeliharaan sumber air serta operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air. Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan meliputi pengaturan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi untuk menjamin kelestarian fungsi dan manfaat sumber daya air. Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan sumber daya air sesuai dengan kewenangannya. Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air yang dibangun oleh badan usaha, kelompok masyarakat, atau perseorangan menjadi tugas dan tanggung jawab pihak-pihak yang membangun. Masyarakat ikut berperan dalam pelaksanaan operasi dan pemeliharaan. Pembiayaan pengelolaan sumber daya air ditetapkan berdasarkan kebutuhan nyata pengelolaan sumber daya air. Jenis pembiayaan pengelolaan sumber daya air meliputi:

  1. biaya sistem informasi
  2. biaya perencanaan
  3. biaya pelaksanaan Kontruksi
  4. biaya operasi, pemeliharaan
  5. biaya pemantauan, evaluasi dan pemberdayaan masyarakat.

Sumber dana untuk setiap jenis pembiayaan dapat berupa :

  1. anggaran pemerintah
  2. anggaran swasta, dan/atau
  3. hasil penerimaan biaya jasa pengelolaan sumber daya air.

Isu pokok pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air adalah

  1. Database OP belum terbangun/terupdate
  2. Pelaksanaan OP tidak mengikuti pedoman OP yang sudah ada
  3. Belum semua prasarana memiliki manual OP
  4. Kapasitas kelembagaan dan SDM OP perlu ditingkatkan
  5. Pengamanan terhadap aset SDA perlu diperbaiki
  6. Belum terpenuhinya AKNOP untuk semua prasarana
  7. Peran serta masyarakat dalam pelaksanaan OP masih rendah ( misalnya belum terbentuknya P3A)
  8. Tidak terlaksananya PROM dengan baik sehingga berpengaruh terhadap tersedianya prasarana fisik penunjang OP, manual OP, uji coba fungsi, uji hidrologis, uji kehandalan kontruksi, fasilitas OP, organisasi OP, Sumber Daya Manusia, sarana pengamanan aset, perlu dipertajam dalam studi Detail Desain Kontruksi

Balai Wilayah Sungai Kalimantan I setiap tahun melaksanakan kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air fisik dan non fisik, dimana pada tahun 2014 dilaksanakan kegiatan fisik Operasi untuk Daerah Rawa dan Air Baku, sendangkan kegiatan fisik Pemeliharaan untuk kegiatan Pemeliharaan Daerah Rawa, Air Baku, Sungai dan Irigasi Kecil.

Bagikan :
FacebookTwitterGoogle+
X

Pin It on Pinterest

X